Mungkin banyak yang belum tahu bahwa alergi adalah reaksi berlebihan atau hipersensitif dari imunitas tubuh terhadap hal-hal tertentu di luar tubuh seperti makanan, udara dingin, debu rumah bahkan tepung sari bunga (pollen).
![]() |
| Alergi Makanan pada Anak |
Alergi Pada Anak: Alergi Makanan
Alergi makanan adalah salah satu jenis alergi pada anak yang sering ditemukan setelah kasus alergi saluran pernapasan dan alergi kulit. Bahkan ada kecenderungan peningkatan angka kasus jenis alergi ini.Reaksi berlebihan dari imunitas tubuh terhadap kandungan zat dari makanan tertentu adalah proses yang sebenarnya terjadi pada kasus alergi makanan. Beberapa makanan bergizi tinggi seperti telur, ikan, susu sapi, kacang, gandum, kedelai dan makanan laut tertentu yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak tanpa alergi telah diketahui sebagai pemicu alergi pada anak-anak yang hidup dengan alergi. Gejala-gejala ringan yang sering ditemukan antara lain adalah: mual, gatal-gatal di kulit, sakit perut, diare hingga tubuh bengkak. Sedangkan gejala yang berat adalah pingsan, tekanan darah rendah, bahkan hingga menyebabkan kematian.
Alergi makanan pada anak-anak menjadi sebab mereka memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit dermatitis atopic serta alergi pernapasan dibandingkan anak-anak tanpa alergi makanan. Hal yang sama juga terjadi pada anak-anak penderita asma. Mereka yang juga menderita alergi makanan memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan asma dibandingkan yang bukan penderita alergi makanan. Fakta ini adalah data yang dimiliki sebuah badan alergi di Negara Amerika Serikat.
Alergi Pada Anak: Tips Mengatasi Alergi Makanan
- Kenali makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak, misalnya: ikan, telur, makanan laut dan lain-lain.
- Hindari memberikan makanan pemicu alergi pada anak tersebut.
- Jika hendak membeli makanan dalam kemasan maka bacalah label kemasan dengan seksama untuk memastikan tidak adanya bahan-bahan pemicu alergi pada anak.
- Jika anda akan memberikan imunisasi pada anak anda maka tanyakan pada dokter yang melakukannya apakah vaksinnya ditumbuhkan pada media telur atau tidak. Ini jika anak anda menderita alergi telur.
Sebagai orang tua yang baik sudah sewajarnya jika anda peduli terhadap penyakit alergi pada anak anda. Kenalilah makanan apa saja yang bisa memicu alergi pada anak anda. Lalu usahakan sebisa mungkin untuk menjauhkan makanan tersebut darinya.
